Friday, March 11, 2011

Ciri - ciri Makanan yang mengandung Formalin

Formalin merupakan bahan pengawet industri beracun. Di negara sedang berkembang formalin sering disalahgunakan oleh produsen makanan yang tidak bertanggung jawab sebagai pengawet makanan seperti mi basah, ikan asin, ikan segar, tahu, ayam, dll.  Dalam pemberitaan media akhir-akhir ini dan dari pemeriksaan sampel yang dilakukan oleh Balai Besar POM (Pemeriksa Obat dan Makanan) di Jawa Barat ternyata dari 29 jenis mi basah di pasaran 75.8% mengandung pengawet  berbahaya formalin. Formalin  jika dikonsumsi dalam makanan dapat menimbulkan keracunan  kerusakan berbagai organ tubuh, kanker dan kematian.

Ciri - ciri makanan yang mengandung formalin : 

* Mie basah
 1. Tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar ( 25 derajat celcius ) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat celcius ).
 2. Bau agak menyengat, bau formalin.
 3. Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal

*Tahu
 1. Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat celcius ) dan bertahan lebih dari 15 hari pada    suhu lemari es ( 10 derajat celcius )
 2. Tahu terlampau keras, namun tidak padat.
 3. Bau agak menyengat, bau formalin ( dengan kandungan formalin 0.5 - 1 ppm )

*Bakso
 1. Tidak rusak sampai 5 hari pada suhu kamar ( 25 derajat celcius ).
 2. Teksturnya sangat kenyal.

*Ikan basah
 1. Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat celcius ).
 2. Warna insang merah tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar dan warna daging ikan putih bersih.
 3. Bau menyengat, bau formalin.

*Ikan asin
 1. Tidak rusak sampai lebih dari satu bulan pada suhu kamar ( 25 derajat celcius ).
 2.Bersih cerah.
 3. Tidak berbau khas ikan asin

Deteksi formalin secara kualitatif maupun kuantitatif secara akurat hanya dapat dilakukan di laboratorium dengan menggunakan pereaksi kimia.

Sumber : Harian Serambi Indonesia dan lain - lain